Saturday, 31 December 2011

2011, a year that left so many memories

hanya dalam hitungan jam lagi menuju tahun 2012 yang di nanti. tahun yang memberikan banyak harapan pada kita--agar kejadian-kejadian di tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. tahun yang semoga membawa keberkahan bagi kita.

ayo buat janji!!

"Di tahun 2012 nanti, aku berjanji aku tidak akan menyia-nyiakan segala kesempatan yang datang padaku, aku juga berjanji akan membuat tahun 2012 menjadi tahun yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya."

itu janji saya ;) mana janji kalian? :D

***

malam tahun baru *jengjengjeng* bunyi petasan sama terompet biasanya mendominasi malam tahun baru. TAPI, tidak untuk malam ini. mungkin mereka-meraka--yang bertugas untuk meramaikan komplek perumahan saya ini masih menyiapkan beberapa barangnya (halah ngomong apa sih xD) oke intinya, malem taun baru di komplek perumahan saya sepi. setidaknya pada jam segini :p

alright, 2011 meninggalkan banyak banget memori-memori indah bagi saya *tsaaaaaah diantaranyaaaaa :

- saya punya hp baru xD
- saya beli modem, jadi bisa browser sepuasnya xD
- merayakan hari ulang tahun yang bener-bener spektakuler
- kenal sama aaron wang zhao :'>
- mulai ada kemauan untuk kembali menulis,

dan ratusan rentetan kejadian yang merubah hidup saya.

Happy New Year 2012!!! 2011, you'll always be our sweet years :*

rencanakan resolusi sebaik mungkin. semoga di tahun 2012 tercapai ;;) adeos!

Wednesday, 21 December 2011

sabar

beberapa kali saya sering liat status facebook atau tweets, dan bahkan tak jarang, mendengar seseorang berkata "Sabar itu ada batasnya."

apa sabar itu ada batasnya?

beberapa minggu yang lalu, saya mendengar acara spritual keagamaan (bukan mistis atau semacamnya) di salah satu stasiun radio terkenal di jakarta. waktu itu, sang narasumbernya berkata, "sabar itu nggak batasnya." jadi? dulu saya berpikiran kalau sabar itu ada batasnya. gara-gara saya mendengar pernyataan bahwa, 'sabar itu nggak ada batasnya', saya jadi beranggapan kalau sabar itu nggak ada batasnya.

teman saya lucu, Okta namanya. dulu dia pernah bilang, "Sabar itu kaya bensin. kalo abis bisa diisi lagi. banyak SPBU yang mejeng di trotoar jalan sana."

di dalam komik Benny & Mice dalam seri Lagak Jakarta volume 2, para komikus konyol ini menulis,
"A watched pot never boils."
cerek yang terus ditunggui, seakan tidak pernah mendidih...
sabar... segala sesuatu perlu waktu. sabarlah !!
(tapi.. sabar 'kan punya batas??!
kalau kelamaan, ya keterlaluan juga.)

jadi? sabar itu ada batasnya atau tidak?

saya pribadi masih menganggap kalau sabar itu tidak ada batasnya. tapi kadang, saya suka merasa kalau quota sabar saya abis. seperti kata Okta tadi, sabar itu kayak bensin. jadi, kadang saya suka berdoa, meminta pada Tuhan agar quota dan masa tenggang sabar saya diperpanjang dan di perbanyak. inget, lho. perbanyak. berarti persediaan sabar saya masih ada, belum abis :p

so, kita mempunyai presepsi yang berbeda-beda. jalani presepsimu sendiri. jangan ikut-ikut orang lain. dalam hal apapun, berusalah menjadi 'dirimu sendiri'. kalau quota sabarmu menipis? ya isi lagi dong! banyak SPBU yang mejeng di trotoar ;)

Monday, 19 December 2011

Playing, playing, playing :D

UN tinggal menghitung bulan lagi. berarti belajar harus semakin intensif. maka dari itu kita---saya terutama, harus semakin giat belajar DAN meninggalkan novel dan juga komik yang sudah mendarah daging di diri saya*halah*

tapi, however, kita juga butuh refreshing dong?  maka dari itu lagi, sebelum UN berada di depan mata saya HARUS refreshing!! bagaimana caranya? main. tapi cara main saya nggak berlebihan kok hehe, paling ngelayap ke toko buku, ngobrak-ngabrik lemari buat nyari majalah atau komik bekas, sama main bersama ceman-ceman :D

sekarang, saya sedang berada di kediaman teman saya, Oryza, bersama kedua teman saya, Anis dan Virnanda. pulang Bimpel, jam 09:30, kami langsung ngelayap kerumah Oi XD sekarang udah jam 14:36 dan kami  masih belum pulang HUAHAHAHAHAHA ini malah saya ngeblogging di rumah Oi XD

yah, semua emang butuh refreshing. kita nggak boleh, bukan nggak boleh sih, apaya.. huehehe yah intinya kita jangan suka ngambil masalah terlalu serius. stres ntar jadinya huahaha.

so well, yeah, kita harus menikmati hidup ini. hidup itu singkat. maka...bersenang-senanglah.

Sunday, 11 December 2011

Traveler

Konichiwa ^^ udah lama saya gak ngeblogging ihiiy. belakangan, saya dapet hobi baru. hobinya berkaitan dengan T-R-A-V-E-L-I-N-G. wohoooo!! gara-gara ngeliat profilenya mbak Trinity di majalah CHIC beberapa hari yang lalu, tentang profilenya yang menjadi backpacker sejak tahun 1995. dan serius, itu inspiring banget. mulai dari situ, saya jadi suka baca dan nyari artikel tentang traveling.

dan sekarang, saat ini, saya lagi baca blognya mbak Trinity disini. ceritanya lucu-lucu, bikin saya senyam-senyum XD dan juga ada tips-tips untuk para backpacker. saya kesengsem baca postingannya yang berjudul Kumbang, Pantat dan Kentut. itu kayanya 'wah' banget gitu hehe.

yah intinya, gara-gara mbak Trinity, jiwa 'adrenalin' saya semakin tertantang untuk menjadi seorang traveler atau backpacker XD haha ~
so well yeah, semoga suatu saat nanti saya bisa berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya seperti mbak Trinity (:

Friday, 25 November 2011

what the..

mau ceritaaa... tau kan si ***** **** ****?

kan kan ada temen saya yang nge-add dia di facebook. sebenernya sih gak masalah. soalnya itu facebook dia, dan dia berhak ngapain aja dengan facebook dia. selama itu gak ganggu orang yang dia add, termasuk saya juga. oke, begitu saya liat profile si *****, JLEB!! what the hell?! jujur, pas liat saya sempat menegrjap-ngerjapkan mata beberapa kali. tadinya saya mau ngambil kacamata di tas untuk memastikan, penglihatan saya bener apa engga, tapi saya lupa bawa kacamata (saya lagi di tempat les) dan well, ternyata IT WAS REAL!!

serius, saya bener-bener speechless disitu. saya aja, SAYA, yang udah kenal dia--well emang belum kenal baik, tapi SAYA, yang udah kenal dia cukup baik aja, yang udah kenal dia dari sekitar 3 bulan yang lalu, sama sekali nggak berani melontarkan kalimat seperti itu. mulai dari situ, saya bener-bener gak abis pikir temen saya berani ngomong kaya gitu -.-

bukannya saya gak pernah ngomong atau nulis kaya gitu. jujur, saya pernah. tapi gak secara BLAK-BLAKAN gitu. saya berani ngomong kaya gitu di sms atau twitter karena dia gak tau secara jelas apa yang saya omongin tentang dia.

saya emang bukan siapa-siapanya *****. tapi saya peduli. ada sedikit rasa juga sih :/ EHH!!! 
saya gak marah sama temen saya itu. saya emang gak berhak marah juga lagian. tapi saya ngerasa ada sedikit rasa ilfil gitu sama dia. sepertinya saya harus banyak-banyak ber-istighfar. *sigh*

but however, you're my friend, dude. and *****, you will always be my beloved crush (;

Friday, 18 November 2011

SAYA. SENENG. BANGET. ANDA TAHU, KAN????!!!!!!!!

Assalamualaikum.

haloh para blogger! selamat siang,

saya mau cerita, saya mau cerita. tapi saya nggak tau apa yang mau saya ceritain ke kalian semua :|

okeoke baiklah baiklah saya menyeraaaahhhh!!! aduh gemeteran kan tangan saya jadinya xD

okay, enough. saya mulai sekarang ya..

tadi saya buka facebook, dan pas saya liat ke deretan recent news, DEG. saya tidak percaya dengan apa yang saya lihat. disana... terpampang nama si A dan beberapa foto yang di-tag oleh temannya. dan serius, itu cakep-cakep semua. OMG!! Aaaaaaaaaaaaaaaaa gilagilagila saya melting dibuat olehnya lololololol~

dan well yeah, untuk selanjutnya, biar hati yang bicara..

Sunday, 13 November 2011

Malam Yang Sama Dengan Ratusan Ribu Malam Yang Lain

Diambil dari notes facebook saya disini,

Malam ini, merupakan malam ke ratusan ribu, dengan awan tebal yang menggantung di atas langit, dan juga bulan yang tampak tersenyum padaku. Entah senyum meremehkan atau bukan. Intinya, ia tersenyum.

Hanya ada beberapa bintang dilangit. Aku dapat menghitungnya. Mungkin sekitar 4 sampai 5 buah---yang sempat kuhitung dan yang sempat kulihat.

Awan tebal dilangit pada malam hari, terlihat bergerak dengan cepat. Awan-awan itu terbawa angin malam yang sempat membuatku merinding. Angin yang membuatku ingin memiliki dan mendekap sesuatu. Sesuatu yang hangat. Pelukan, misalnya.

Bulan yang tampak saat ini adalah bulan purnama penuh. Terlihat bulat sempurna dan, mengagumkan. Aku menatap bulan itu dalam. Saaangat dalam. Lebih dalam dari samudera pasifik--baiklah, sedikit lebih rendah daripada itu.

Aku merasakannya. Tatapan bulan yang sudah ratusan kali kulihat. Dan anehnya, aku tidak pernah bosan akan tatapan itu. Tatapan yang sama dalamnya dengan tatapanku tadi, tatapan yang membuatku ingin menatapnya lebih dalam dan lebih lama lagi. Seakan menyihirku untuk masuk kedalamnya dan membujukku untuk tidak beranjak darisana.

Angin malam semakin berhembus kencang. Kupeluk diriku sendiri. Tidak hangat. Aku malah dengan jelas dapat merasakan telapak tangan dan lenganku yang dingin.

Setidaknya, ini lebih baik. Setidaknya, pelukan ini nyata. Ya, nyata. Nyata senyata-nyatanya.

***

Aku melihatnya lagi. Dan untuk keratusan kalinya, ia tersenyum dan menatap mataku dalam. Tatapan dan senyuman yang jujur--tak pernah aku mengerti apa maksudnya.