Thursday, 4 July 2013

July Rain



It's July already. The month when everything should be warmer than other months before July. Dry season is coming but in fact, it hasn't coming yet. The weather in this July is so lovely. Me, personally, love the weather when everything turns into windy and cold. The rain's falling down, tickles my rooftop and petrichor smells up. And I guess, July is the month that I've been waiting for.

Today, when I woke up, my room felt so cold. My mother turned off the fan already. I kept hugging my bolster and felt the wall. Please, I don't want this weather to end. And yes, the weather isn't end yet. Even until now, the rain is still tickling my rooftop. I haven't seen a direct sunshine too. I wonder where did it go.

Raindrops.

For me, the one of the beautiful feelings in the world is feeling the raindrops on your face. Let's imagine, when it starts to rain, you hit your feet into the puddles, and that brown water sticks on your pants. I did it sometimes. When I was on my way to home after school, the rain suddenly started. I didn't bring an umbrella nor jacket or sweater. So I ran. My white-grey uniform got wet. So did my bag, my watch and my head. And in the same time, I felt peace. When you up your head and let the rain poke your face, it's so unexplained. You should try it. Trust me. It.feels.great. And I hope the weather is still being lovely until the end of the year.

Look, the rain is dancing on the ground! 


Oh, Happy Holy Ramadhan btw. Eidul Fitr is coming up soon and so are opor ayam and ketupat! xoxo

Saturday, 29 June 2013

Happy Birthday Aghnia! Spread The Love!


Happy birthday Aghnia Nuri F! This is my birthday present for you. I know this present is so cheesy but as you understand, I don't have much money. But I will discover Zee Captain's treasure in Waste Land soon! Just wait for it. When I finally discovered the treasure, I will take you a free trip to Waste Land. We will meet Zee, Snippy, Pilot and Engie there. We will build our own (love creepy) story.

Lots of love! x

Friday, 28 June 2013

Kurang

 

Ada yang kurang. Iya. Kurang kamu di sebelah saya.

***

Tuesday, 11 June 2013

Farewell

 

Tulisan itu saya yang buat waktu hari Jumat, 3 hari sebelum Ulangan Kenaikan Kelas. Hari itu merupakan hari terakhir saya di kelas X.3, Xtreeme Official, yang dipawangi oleh Bu Nurhikmah (Bunda) sebagai wali kelas dan Alfiana (Opung) sebagai ketua kelas.

Hari Jumat sebelum ulangan kenaikan kelas kemarin, 2 papan tulis yang ada di kelas penuh sama tulisan-tulisan dari kami semua. Harapan, doa, kata-kata mutiara, ucapan terima kasih, jokes, sampai memori-memori yang disampaikan kembali lewat tulisan-tulisan.

Menjadi bagian dari kelas X.3 itu buat saya merupakan salah satu momen terbaik. Kita semua udah ngejalanin semuanya selama 1 tahun. Banyak suka-dukanya. Mulai dari masalah sepele yang dibesar-besarin, ulangan fisika yang nyontek berjamaah tanpa peduli ada guru di depan, waktu ulang tahun Bunda, POR, sesi foto-foto nggak jelas, semuanya yang dempet-dempetan duduk di deretan belakang biar dapet kipas angin,  parfum Artha yang baru dipake 3 hari langsung tinggal setengah botol, anak laki-laki yang kerajingan main PES di iPod Dhila sama handphonenya Amal, main kartu UNO sampe kartu Remi, anak laki-laki yang main slepetan (or whatever they called it), Adul Cs yang main bola sampe mecahin 2 bingkai foto, latihan buat pensi, heboh waktu mau gladi resik pensi, omelan Bunda yang sukses bikin satu kelas hampir nangis semua..



Juga ada cinlok, cinta lama bersemi kembali, perasaan yang malu-malu padahal mau, putus-nyambung-putus-nyambung, main kode-kodean sama anak kelas sebelah atau sama kakak kelas yang kebetulan lewat di depan kelas, yang heboh sendiri kalo kakak kelas gebetannya tiba-tiba masuk kelas buat mintain infaq, yang suka jaim padahal malu-maluin...

Adhimas Syahdani yang jarang banget ngomong. Yang kalo lagi ulangan trus kepepet langsung nengok ke belakang buat liat jawaban tanpa izin dari orangnya,

Alfiana yang lirikannya kadang suka gak nahan, alisnya apa lagi,

Alvin Sergio yang kumisnya sukses bikin kakak kelas klepek-klepek,

Amalia Priska calon astronot dari kelas X.3 yang dingin sama perfeksionis,

Andrean Ramadhan ketua gengster X.3 yang tengil dan kadang kurang ajar,

Ani Putri yang suaranya sekseh, agak ngebass gimana gitu,

Artha Intan yang cadel, supel sekaligus penyedia konsumsi sama produk kecantikan di X.3,

Ashri Ramdhaniaty cici-cici yang suaranya bagus tapi kalo ketawa kadang suka bikin orang shock,

Bagas Ariyadi tiang lisrtiknya X.3, om-om yang tulisannya rapiiiiih banget

Dicky Himawan pacarnya Artha :p dia Charlie Chaplin-nya X.3

Dio Bagaskara samsaknya X.3, si buntelan yang cadel juga

Dwi Ayu W yang heboh sendiri kalo ketemu sama yang sipit-sipit. Punya obsesi buat nerbitin novel suatu hari nanti (amin, amin)

Dwi Zulviana yang suka berduaan terus sama Farah Nabila yang suka sama Simple Plan.


Caption ini dibuat sama Dwizul hari Jumat sebelum UKK juga :D

Eka Dhianbustomi Y yang slengean. Kadang suka ngeselin juga

Ekky Rahman drummer jago yang kadang suka jayus. Bulu matanya nggak nahan. Angelina Jolie kalah.

Fairuz Maizan koko X.3 yang punya banyak manajemen. Dia katanya nerbitin satu chapter di novel Rekaman Buaya Darat. Katanya~~

Gavin Marcel raja gombal di X.3 yang gombalannya kadang jayus tapi kadang ngena banget di hati :3

Hapsari Ningsih si introvert yang suka sama Jepang-jepangan

Ismi Wijayanti anak saman. Bisa kerruyah, kalo dia teriak kita harus siap-siap sedia kapas buat nyumpel kuping. Anak kesayangannya Om Tri

Maretio Wahyudi laki-laki anggun di kelas X.3. Kadang pikirannya suka ngelantur kemana-mana. Anak dance sama cheerleader

M. Fachrur Reza punya kembaran di kelas sebelah. Ketawanya khas banget

Nadia Mahdini sering dibilang tukang tikung sama Artha cs :p suka banget sama makanan pedes

Nadhila Yasmin yang hobi banget teriak-teriak

Nikita Kezia suka sama yang sipit-sipit kayak Dwi Ayu :p

Revin Hariara yang suka banget ngomong kampung. Dia juga penggemarnya Michael Jackson

Sani Ilham yang pecicilan, yang selalu nendang-nendangin apapun yang ada di depannya

Toni Eriawan om-om di X.3

Try Iryanto om-om di X.3 juga yang baik tapi kadang suka jayus

Zulianto Maulana yang hobinya nyanyi lagu reggae sambil main drum imajiner. Dia juga suka sama Sanji--tokoh anime One Piece.



Saya udah 13 tahun sekolah (+ TK sama TPA) dan saya baru ngerasain punya keals seasik X.3. Punya temen-temen yang supel, yang seru diajak gila-gilaan, yang memorable, yang unforgettable, yang I-will-miss-you-until-forever-able.

Jadi makasih banget udah ngisi 1 tahun pertama saya di SMA, you guys rock. Makasih banget udah mau jadi bagian dari hidup saya selama 1 tahun terakhir. Makasih banget buat si itu yang udah berhasil 'menyusup' ke hati saya *halah* dan buat SEMUANYA yang udah menerima saya jadi bagian dari kalian.

XOXO

Tuesday, 4 June 2013

"Aku sangat ahli menghindari perasaanku sendiri, kau tahu? bagiku suatu perasaan tidaklah nyata kalau aku menolak merasakannya. perasaan itu tidaklah nyata kalau aku menolak mengakuinya." - Mia Clark
- Sunshine Becomes You; halaman 426. 
Saya sedikit berhasil dalam menjalankan 'misi' ini. 'Misi' melupakan kamu. Saya meyakinkan diri saya sendiri kalau saya akan baik-baik saja. Saya harus keras. Saya harus memaksakan kehendak saya sendiri. Saya harus beranggapan kalau kamu itu bukan siapa-siapa lagi.

Walau hari pertama dalam menjalankan 'misi' ini cukup sulit.

Tapi saya akan berusaha sebisa mungkin. Karena semata-mata saya peduli dan saya tidak ingin hadir di tengah-tengah kebahagiaan orang lain. Apalagi kebahagiaan kamu.

Sunday, 2 June 2013

Tuesday, 28 May 2013

Bukan Waktu Lagi Yang Akan Menjawab

Tanggal 27 Mei--Senin kemarin, Aaron berulang tahun yang ke 17. Saya senang. Saya tidak tahu kenapa saya senang dan sepertinya saya tidak memerlukan alasan untuk bisa senang hari itu.

Dua hari yang lalu, hari Minggu, saya mengucapkan sumpah serapah kepada provider internet saya karena koneksinya yang terlalu lambat. Waktu itu pukul 8 malam lebih sedikit. Saya tidak ingin melewatkan momen, rengek saya dalam hati. Momen apa sebenarnya yang tidak ingin saya lewatkan itu?

Perbedaan waktu antara Indonesia bagian barat dengan Australia itu 4 jam. Pada hari Minggu, tanggal 26 Mei pukul 8 malam lewat sepersekian menit, saya ingin mengucapkan "Happy birthday" kepada Aaron. Sudah saya katakan saya tidak ingin melewatkan momen. Kalau saya mengucapkan Happy Birthday pada puul 8 malam waktu Indonesia bagian barat, itu berarti saya mengucapkan Happy Birthday pada pukul 12 malam waktu Australia.

Sumpah serapah sudah saya keluarkan. Baru pada pukul 9 malam lewat sedikit koneksi internet saya sudah mulai stabil seperti biasa dan saya mengucapkan Happy Birthday untuk Aaron di Facebook. Pukul 9 lewat sedikit, yang artinya pukul 1 pagi waktu Australia.

Setelah mengucapkan Happy Birthday itu saya menjadi lega. Entah kenapa. Saya merasa hidup saya baik-baik saja sampai saat tadi saya iseng membuka folder foto di komputer saya.

Dan saya menemukan sebuah foto, penggalan dari kalimat salah satu novel yang saya pinjam dari perpustakaan sekolah beberapa minggu yang lalu.


Pada saat saya melihat foto tersebut barusan, otak saya berputar. Berpikir keras.

Selama ini saya memang takut untuk memikirkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Bagaimana saya nanti, dimana saya berada nanti, siapa saya nanti dan sebagainya. Tapi untuk masalah saya yang satu ini--tentang Aaron--lain lagi urusannya.

Selama ini saya selalu mengajak otak saya untuk berimajinasi. Kadang saya berimajinasi kalau 10 tahun yang akan datang saya sudah mapan dan menetap di Australia. Lalu saya bertemu Aaron dan layaknya pasangan lainnya, kami dekat, dekat dan semakin dekat.

Atau, 5 tahun yang akan datang saya mendapatkan beasiswa universitas di Australia. Lalu tanpa sengaja saya satu penjurusan dengan Aaron dan dosen pembimbing mata kuliah kami mempersatukan kami dengan cara membentuk suatu kelompok, yang anggotanya hanya saya dan Aaron dan kami berdua mulai mengerjakan proyek bersama-sama.

Saat saya berimajinasi tentang hal-hal yang seperti itu, saya tidak takut. Sungguh. Bahkan saya merasa dengan berimajinasi seperti itu saya bisa membangun dunia saya sendiri, di mana Aaron tidak tampak terlalu imajiner dengan merangkai alur atau plot yang saya inginkan.

Tapi saat di hadapkan dengan realita seperti ini, saya memacu otak saya untuk berpikir lebih keras lagi.

Bagaimana saya nanti?
Bagaimana Aaron nanti?
Apa kami akan bertemu?
Apa janji itu akan terpenuhi?
Atau apa, dan bagaimana...?

Ada pepatah yang mengatakan, "Jika sebuah mimpi tidak menakutimu sedemikian rupa, maka mimpi itu tidak cukup besar."

Saya takut. Kadang-kadang. Saya takut kalau saya tidak bisa membuat dunia imajinasi saya menjadi nyata suatu saat nanti. Saya takut kalau saya hanya bisa mengumbar janji. Saya takut kalau semua yang saya impikan selama ini akan bertolak belakang dengan kenyataan.

Saya takut.

Tapi di sisi lain, saya mencoba untuk optimis.

Saya masih menyisakan ruang di dalam otak saya untuk sesuatu yang positif. Misalnya dengan memberikan sugesti pada diri sendiri kalau saya pasti akan bertemu dengan Aaron 10 atau 14 tahun lagi.

Selama ini saya hanya bisa mengatakan,"Biar waktu yang menjawab."

Tapi sekarang lain lagi. Saya masih akan tetap membiarkan waktu untuk menjawab semuanya. Tapi, saya akan membantu waktu untuk menemukan cara agar kami berdua bisa segera mendapatkan jawaban yang selama ini kami tunggu-tunggu.